SERMONS
Siapkah Kita Menyambut Natal

ON 13 DECEMBER 2015, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Apakah kita semua siap menyambut natal? Menyembut perayaan natal, tukar kado dan lain sebagainya adalah hal yang biasa, tapi makna natal yang lebih dalam adalah perjumpaan dengan Tuhan. Natal memperingati kehadiranNya di dunia dan sudahkah kita siap untuk menyambut kedatanganNya?

Baca Matius 2: 1-12

Hari ini kita akan belajar dari 4 tokoh di Matius 2 dan Lukas 2, yaitu para orang majus, herodes, imam kepala serta ahli taurat, dan gembala di padang. Orang majus ini adalah orang yang berpengetahuan berasal dari daerah Babel dan punya kepekaan khusus dalam menafsirkan mimpi. Mereka memiliki status sosial yang cukup tinggi setara bangsawan. Dengan iman mereka datang mencari Tuhan dipengaruhi oleh pengajaran Daniel di masa lalu. Herodes Agung adalah raja yang sukses di masanya, banyak pembangunan terjadi di pemerintahan Herodes. Secara karakter Herodes memiliki ketakutan bahwa kekuasaannya akan dijatuhkan oleh orang lain, sehingga dia tega membunuh orang terdekatnya sekalipun yang membuatnya merasa terancam. Selanjutnya imam kepala dan ahli taurat, mereka adalah orang terpilih di antara bangsa lewi dan pada masa itu juga memiliki pengaruh secara politis. Mereka memiliki pengetahuan luas tentang firman-firman Tuhan.

Baca Lukas 2: 8-16

Tokoh yang keempat adalah para gembala, kelompok orang yang paling rendah dalam strata masyarakat. Bahkan kesaksian dari gembala tidak dianggap valid di pengadilan.

Siapa yang diundang Tuhan?

1. Tuhan mengundang orang-orang yang mempersiapkan diri, orang majus dan gembala sungguh-sungguh mempersiapkan diri mereka bagi kedatangan Tuhan dengan respon hati yang penuh kerinduan. Berbeda dengan ahli taurat dan imam kepala yang hanya tahu tapi tidak mempersiapkan diri, begitu juga dengan Herodes yang saat dia mengetahui hal itu dia tidak mempedulikannya. 2. Bertemu dengan Yesus adalah perjalanan iman, bukan logika atau harapan manusia. Kenapa para ahli taurat dan imam kepala tidak tergerak untuk datang kepada Tuhan? Karena mereka tidak punya iman, mereka hanya terpaku pada pengharapan yang sudah mereka pikiran selama ini. Kita perlu mencontoh iman para gembala dan orang majus. Para gembala itu tidak sedikit pun meragukan perkataan yang didengarnya dari malaikat Tuhan, malah cepat-cepat menuju ke Bethlehem untuk melihat kehadiran Tuhan. Begitu juga dengan orang majus yang tetap melakukan perjalanan jauh meskipun hanya dituntun oleh bintang. 3. Orang diundang Tuhan karena mau membayar harga dan memberi pengorbanan. Contoh yang paling nyata dapat kita lihat dari perjalanan orang majus, mereka rela menghabiskan waktu, harta, tenaga mereka demi bertemu dengan Tuhan Yesus. Orang yang rela membayar harga dan berjalan dengan iman, akan mendapat perkenanan dari Tuhan.

Mari kita mulai mempersiapkan hati, menuju kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat. Biar sungguh setiap kita jadi orang yang mendapat undangan dari Tuhan dan menjawab undangan itu dengan hati penuh kerinduan.

SELECT SERMON

Menerima Janji Allah

16 April 2017 | Ps. Harry Sudarma
SELECT SERMON

Belajar dari 7 Jemaat

21 May 2017 | Pdp. Andy Auric
SELECT SERMON

Jangan Kuatir

19 March 2017 | Ps. Noel Risakotta