SERMONS
Umat yang Tahan Api

ON 2 APRIL 2017, BY PS. SAMITON PANGELLAH

Daniel 3:16-18 (TB) Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

3 anak muda ini bukan anak muda yang bisa tapi mereka memiliki jabatan yang tinggi di kerajaan Babel. Mereka juga adalah pejabat yang jujur dan dipercaya oleh raja. Setiap pemimpin pasti memiliki musuh politik, dan pada jaman itu isu yang dipakai untuk menjatuhkan 3 anak muda ini adalah isu agama.

Pada saat 3 anak muda ini diminta menyembah pada patung dewa raja Nebukadnezar, mereka menolak untuk menyembah selain kepada Tuhan. Meskipun konsekuensinya adalah dicabut jabatannya dan masuk pada dapur api. Yang luar biasa adalah sikap hati 3 anak muda ini yang tetap teguh dalam imannya, bahkan pada saat Tuhan tidak menyelamatkan mereka.

Seringkali kita sebagai orang kristen, pada saat mengalami kesulitan dan Tuhan tidak kunjung menolong kita mulai meragukan kuasa Tuhan. Akan tetapi seperti yang terjadi pada 3 anak muda ini, didasari komitmen atas kebenaran mereka mengalami mujizat dan lewat dari dapur api.

Baca Daniel 1: 1-8

Pada saat bangsa Israel dikalahkan, Tuhan mau menyelamatkan bangsa Yehuda dari kepunahan lewat Nebukadnezar yang merekrut orang-orang Israel untuk bekerja bagi kerajaannya.

Generasi yang dicari Nebukadnezar:
Keturunan istimewa, tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat (ilmu), cakap bekerja (profesional).

Apabila kita bawa konsep ini ke jaman sekarang. Tuhan juga ingin merekrut orang-orang yang cakap, tapi tidak hanya Tuhan. Nebukadnezar digambarkan sebagai setan juga hari-hari ini sedang merekrut orang-orang yang pandai. Tidak hanya sekedar merekrut, Nebukadnezar mengambil langkah-langkah untuk merubah orang-orang terpilih dari bangsa Israel ini untuk mengikuti cara hidup mereka. Beberapa hal yang mendasar yang dirubah oleh Nebukadnezar juga sedang iblis coba untuk lakukan dalam hidup kita.

Ada 4 hal yang dirubah oleh iblis:

1. Bahasa
Di dalam bahasa ada value (nilai-nilai) yaitu: cara hidup, cara berpikir, cara bersikap.
Value yang ditanamkan dalam hidup kita harus sesuai dengan firman Tuhan, tanpa kompromi pada hal yang kecil sampai hal yang besar. Iblis sekarang bekerja untuk menggeser value sehingga secara lahiriah kita ke gereja tapi dalam praktiknya kita berkompromi, curang dalam bisnis dan sebagainya.

2. Makanan
Makanan bicara soal purpose of life, tujuan hidup. Misalnya saja, apakah kita hidup untuk cari uang atau uang dipakai sebagai alat untuk memuliakan Tuhan? Kalau uang hanya alat, kita tidak perlu marah kalau ditipu orang lain. Iblis mencoba menggantikan tujuan hidup kita dan membuat kita hidup dengan gambar diri yang salah. Misalnya saja kita malu karena pakaian kita kurang bagus atau malu kalau harus makan di pinggiran. Padahal kita hanya perlu malu kalau berbuat dosa.

Matius 6:25 (TB) “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

3. Nama
Identitas menentukan perilaku. Ketika iblis menggeser identitas kita, perilaku kita akan berubah. Nama itu penting karena nama juga merupakan nubuat dan perkataan berkat. Jangan memberikan label kepada anak-anak kita.

Identitas yang seharusnya kita miliki sebagai ciptaan Tuhan:
1. Identitas seksual
2. Identitas keluarga
3. Identitas kebangsaan
4. Identitas panggilan berkarya

Iblis membuat identitas kita tergeser di jaman ini, misalnya saja dengan isu transgender, perceraian, dan lainnya.

Iblis menawarkan identitas diri palsu melalui:
1. Identitas seksual -> penampilan
2. Identitas keluarga -> kemewahan
3. Identitas kebangsaan -> popularitas
4. Identitas panggilan berkarya -> status sosial

Identitas baru di dalam Yesus:
1. Pilihan Tuhan
2. Anak Tuhan
3. Tebusan Tuhan

Cara untuk tetap teguh di dalam Tuhan adalah: tetapkanlah bahwa tujuan hidup kita hanya untuk memuliakan Tuhan dan pertahankan value kerajaan Allah dalam hidup kita tanpa berkompromi.

SELECT SERMON

Purpose Driven Life

28 June 2015 | Pdp. Frank Santosa
SELECT SERMON

Motivasi yang Benar

20 August 2017 | Ricky Djaja
SELECT SERMON

Menghadapi Ketakutan

18 June 2017 | Pdt. Aruna Wirjolukito