SERMONS
Youth Revival

ON 23 JULY 2017, BY PDT. BENNY GUNAWAN

Kisah Para Rasul 9:32-35 (TB) Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun berbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.

Ayat di atas menceritakan bagaimana Tuhan bekerja melalui Petrus untuk menyembuhkan Eneas, dan mujizat tersebut bahkan membuat dua kota dituai, berbalik kepada Tuhan. Tahun 2017 adalah tahun Mujizat Penuaian. Tuhan akan pakai berbagai mujizat dan juga kesembuhan untuk menuai jiwa-jiwa. Penuaian jiwa bukan bicara tentang gereja penuh, namun tentang sorga menjadi penuh. Tentang bagaimana jiwa-jiwa yang terhilang mau berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan menjadi penyembah yang benar. Untuk menjadi rekan sekerja Tuhan dalam memenangkan jiwa, kita harus gunakan kuasa Roh Kudus dalam penginjilan. Dan untuk menerima kuasa, kita harus lakukan tiga hal yaitu: doa, doa, dan doa. Sebagai anak-anak muda yang merindukan kebangkitan, merindukan tuaian terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang ke dua, kita harus menjadi pendoa yang militan.

”Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat pengelihatan-pengelihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” (Yoel 2:28-29)

Semua orang, lintas generasi, akan menerima curahan Roh Kudus dan dipakai secara dahsyat dan ajaib pada hari-hari terakhir ini. Pencurahan tersebut kita terima, bukan semata-mata karena keinginan dan ambisi daging kita, tapi karena itu semua merupakan penggenapan dari rencana Tuhan yang harus terjadi untuk penuaian terbesar dan terakhir.

Sebagai rekan sekerja Allah yang merindukan revival, kita harus terus haus dan lapar akan Roh Kudus. Perjumpaan dengan Tuhan akan menjadi sesuatu yang sangat kita rindukan setiap saat, apabila kita terus dalam kondisi lapar dan haus akan hadirat-Nya. Membaca Firman Tuhan dengan disiplin Rohani yang konsisten akan membawa kita pada perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan akan menjaga api kerinduan kita akan revival yang sungguh-sungguh terjadi. Perjumpaan dengan Tuhan menjadi pertanda bahwa Tuhan mau memakai setiap kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Kita dipanggil oleh Tuhan untuk membawa jiwa-jiwa kembali kepada Tuhan. Pastikan setiap jiwa yang kita bawa benar-benar menjadi pengikut Kristus dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” (Yohanes 4:39)

< p>Melalui perkataan kita, banyak orang yang bisa mengenal Tuhan. Penting bagi kita untuk menjaga perbuatan dan perkataan kita supaya api revival yang berkobar di dalam kita bisa menyambar pada jiwa-jiwa di sekitar kita dan membangkitkan jiwa-jiwa yang cinta mati-matian akan Tuhan. Untuk menjaga kobaran api tersebut, terimalah urapan yang berbeda, yang berasal dari pada Tuhan. Urapan yang membutuhkan kerelaan kita untuk menjadi benih yang mati dan menjadi bibit yang membuahkan pertobatan jiwa-jiwa. Terus terkoneksi dengan Tuhan, rasakan bahwa setiap doa yang kita naikkan betul-betul sampai pada-Nya dan didengarkan oleh-Nya. Rasakan kuasa-Nya nyata mengalir dalam hidup kita, dan kerinduan-Nya terinmpartasikan dalam pribadi kita. Jadilah penyembah yang sejati. Kalahkan ego, ke-aku-an, kedagingan, visi pribadi, dan hiduplah untuk kepentingan Tuhan. Ingatlah selalu akan panggilan kita: untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. -Yohanes 2:24-

SELECT SERMON

Kekristenan vs Humanisme

9 October 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Kasih Di atas Nama Baik dan kekayaan

21 October 2015 | Ev. Julimin Nagaputra
SELECT SERMON

Menjadi Mata Air

17 April 2016 | Pdp. Andi Auric